Latest Entries »

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>Setiap Musim Semi, kota Northern River, New South Wales, Australia, sebuah pusat kota di Grafton menampakkan pemandangan spektakuler dari ratusan pohon Polisander. Kota itu, dengan jalannya yang lebar-lebar dipenuhi dengan jajaran pepohonan di sepanjang sisi kanan kirinya, bagaikan lautan lembayung yang hidup karena bunga-bunga pepohonan mulai bersemi dan jalan bagaikan permadani lembayung yang dipenuhi serpihan rontoknya bunga-bunga.

Ini merupakan tanda akan segera mulai dilangsungkannya festival rakyat Australia paling panjang – sebuah festival bunga Polisander yang terkenal di dunia.

Tahun ini, Festival bunga Polisander akan merayakan HUT-nya yang ke-74 dan sejak pembukaannya pada 1935, festival ini kini telah makin berkembang, baik skala maupun jangkauannya. Saat ini, ia telah dapat menyerap pengunjung yang jumlahnya sampai mencapai ribuan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ms. Libby Pigg Manager pelaksana festival dan mantan Puteri Polisander 1993 mengatakan bahwa festival ini adalah saat datangnya berbagai komunitas secara bersamaan dan hal ini merupakan suatu perayaan bagi masyarakat Grafton.

“Berkumpulnya orang-orang dalam perayaan ini diwakili dengan berseminya bunga Polisanders,” jelas Ms.Pigg

Festival ini telah menolong menanamkan rasa bangga yang mendalam bagi masyarakat setempat, dimana penduduk Grafton akan melakukannya dengan usaha yang lebih keras untuk menjaga agar daya tarik dan nilai tradisi dari festival unik kota mereka ini dapat tetap dipertahankan.

Ms.Pigg menjelaskan kepada Epoch Times bahwa ketika aspek tradisional dari festival masih tetap penting, maka visi ke depannya adalah festival ini dapat memperluas sasarannya dengan mencanangkan Clarence Valley yang memiliki wilayah lebih luas dan sekaligus memperkenalkan suatu visi yang lebih baru .

“Kami ingin melihat festival ini dapat menjadi sesuatu yang lebih terkini dalam inspirasi tetapi dengan fokus yang seiring jaman, dan di lain pihak masih tetap mempertahankan nilai penting dari tradisi itu sendiri,” jelasnya lebih lanjut.

Festival bunga Polisander pertama kali diadakan pada 1935 dan menarik antusias 4000 orang peserta. Festival ini dimulai sebagai perayaan akan adanya komunitas yang kuat dari penduduk Grafton dan sebagai sebuah ekspresi penghargaan atas keindahan alami dan khas yang diberikan oleh pohon bunga Polisander kepada kota itu.

Advertisements

The Dallas Arboretum
Taman ini adalah taman yang masih berusia sejagung, baru dibentuk kurang dari 30 tahun yang lalu. Tempat yang paling bagus adalah di Jonsson Color Garden dimana tulip daffodils, semuanya menanti anda disana.

The Missouri Botanical Garden, St. Louis
Ditemukan di tahun 1859, taman seluas 79 hektar ini memanjakan pengunjungnya dengan pemandangan-pemandangan bunga yang indah dan berwarna warni. Taman bernuansa Jepang ini banyak sekali dikunjungi oran-orang dari mancanegara

Grant Park, Chicago
Grant Park ini selalu menjadi milik umum dan yang lebih enaknya lagi gratis. Ini merupakan suatu karunia karena taman ini berada di pusat kota yang terletak diantara distrik yang sibuk dengan Danau Michigan. Taman ini akan mengadakan pertunjukkan yang akan berakhir di bulan May 9 mendatang.

The Huntington Botanical Gardens, San Marino, Calif.
Taman bunga ini berada di luar Los Angeles dan telah diubah dari tempat kerja petani ke sura bagi pecinta bunga. Taman ini mempunya lebih dari 14000 jenis tanaman seperti bunga lily, dan mawar. Juga tidak ketinggalan bunga-bunga dari negara subtropis dan Australia.

Chanticleer, Wayne, Pensylvania
Taman bunga ini dulu adalah merupakan milik pribadi dari keturunan bernama Rosengarten, yang berarti rose garden (taman bunga mawar) di Jerman. Keluarga ini memberikan taman ini menjadi milik publik untuk dinikmati setiap hari. Taman bunga ini mempunyai tulip, daffodils, dan beberapa pohon berbunga dan tanaman menjalar, dan beberapa bunga lainnya seperti lily, alium, dsb.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Mirabell Palace, Salzburg, Austria
Kebun ini terkenal lewat film “The Sound of Music”. Taman ini mempunyai gaya The Baroque-style dari jaman abad ke 17 dan mempunyai barisan bunga-bunga berwarna ungu, kuning, putih, orang, merah jambu, dan merah . Jangan kaget kalau taman ini menginspirasi anda untuk menciptakan sebuah lagu.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } A:link { so-language: zxx } –>

The New York Botanical Garden, Amerika
The Bronx adalah surga tropis di setiap musim semi pada saat acara pertunjukkan anggrek yang diadakan setiap tahun (sekarang tahun ke delapan) Tahun ini dengan tema “Cua in Flower” akan diadakan sampai April 11 di Taman kebun New York.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Royal Botanic Gardens, Kew, Inggris
Taman bunga ini biasa dipanggil dengan Taman bunga Kew dan mempunyai luas lebih dari 300 hektar dan merupakan kebun yang mempunyai koleksi tanaman terbesar di dunia. Di kebun ini, musim semi berarti ledakan lebih dari 5 juta bola lampu yang berwarna warni. Tanab ubu sydag berumur lebih dari 250 tahun dengan bunga-bunga tulip, daffodils, crocuses, irisis, snowdrops, dan bluebells. Seiring dengan masuknya musim semi, para pengunjung bisa melihat bunga violas, pansies, nasturtiums, dan lain sebagainya.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Keukenhof, Belanda

Tulip adalah simbol nasional dari Belanda dan muncul di berbagai sejarah Belanda. Princess Maxima (dengan bantuan istri president Rusia) memimpin acara pembukaan Taman keukenhof tahun ini. Lebih dari 7 juta bunga tulips dalam 100 jenis ditanam dengan tangan setiap tahun di taman yang seluan 80 hektar.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } A:link { so-language: zxx } –>

Butchart Gardens, Victoria, British Columbia

Ratusan Ribu bunga-bunga mekar dengan berbagai warna di keajaiban hortikultural ini. Bunga-bunga seperti bunga pansies, scillas, daphnes, dan forsythis semuanya berbaris membentuk sebuah pemandangan yang luar biasa indahnya.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

The Skagit Valley, Washington state
Taman ini masuk dalam daftar “1000 tempat yang harus anda kunjungi sebelum anda meninggal”. Banyak sekali bunga-bunga tulip, daffodils, dan sebagainya di sini.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } A:link { so-language: zxx } –>

The United States Botanic Garden, Washington, D.C.
Ketika Kongres beraksi di tahun 1820 untuk menjadikan taman ini sebagai taman nasional, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Hari ini, taman nasional tertua yang terletak di ibukota Amerika ini dikunjuni 1 juta orang setiap tahun nya. Taman ini menciptakan situasi dari seperti di hutan sampai seperti di padan

SakuraHealed.png

Sakura bersama dengan bunga seruni, merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April.

Sakura dapat terlihat di mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal-usul kata “sakura” adalah kata “saku” (bahasa Jepang untuk “mekar”) ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak “ra“. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.

Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.

Bunga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota:

  • bunga tunggal dengan daun mahkota selapis

  • bunga ganda dengan daun mahkota berlapis

  • bunga semi ganda

Pohon sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.

Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.

Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Ciri khas

Pohon sakura (jenis someiyoshino), sekitar 2 bulan setelah bunganya mekar)

Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).

Bunga dari pohon jenis yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis someiyoshino dan bunganya mekar bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda.

Bunga sakura jenis someiyoshino (Prunus × yedoensis Matsum. cv. Yedoensis)

Pohon sakura (jenis someiyoshino), sekitar 2 bulan setelah bunganya mekar)

Sebagian besar jenis pohon sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis someiyoshino yang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon sakura di zaman Edo akhir. Sakura jenis someiyoshino inilah yang sangat tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis sakura) sebagai sakura.

Pada zaman dulu sebelum ada jenis someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga sakura yang mekar di pegunungan yang disebut yamazakura dan yaezaki no sakura sebagai sakura. Di saat mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu.

Beberapa jenis sakura:

  • Edohigan

Edohigan adalah sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan edohigan adalah ishiwarizakura dan yamadakashinyozakura yang termasuk pohon sakura yang dilindungi. Miharutakizakura adalah salah satu jenis edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.

  • Hikanzakura

Hikanzakura atau disebut juga kanhizakura adalah sakura yang tersebar mulai dari wilayah Tiongkok bagian selatan sampai ke Pulau Formosa. Kanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Prefektur Okinawa. Bagi orang Okinawa, kata “sakura” sering berarti hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.

  • Shidarezakura
  • Fuyuzakura

Fuyuzakura (sakura musim dingin) adalah jenis pohon sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. Onishimachi di Prefektur Gunma adalah tempat melihat fuyuzakura yang terkenal.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } A:link { so-language: zxx } –>

“kembaran” mawar ini kerap pula disebut Lisianthus. Bunga cantik ini sudah terlebih dahulu dikenal di Jepang, sebagai bunga potong atau bunga hias. Di Indonesia sendiri, bunga ini terbilang masih pendatang baru. Itu sebabnya belum banyak yang mengenalnya.

Eustoma menyukai udara yang sejuk. Jadi, bunga ini paling mudah ditemukan di daerah dataran tinggi. Ketika pertama kali melihat, Anda, seperti halnya banyak orang lainnya, mungkin akan terkecoh. Bentuk bunganya mirip dengan mawar. Tak heran, banyak orang mengira Eustoma atau Lisianthus ini adalah salah satu jenis mawar.

Eustoma berasal dari Amerika Selatan. Ia menyukai sinar matahari, namun hanya dapat tumbuh subur pada area berudara sejuk. Bunganya memiliki beragam warna, termasuk warna biru yang tidak ditemukan pada spesies mawar.

Belakangan, di Indonesia, Eustoma mulai banyak dilirik sebagai bunga hias. Rangkaian bunga ini banyak digunakan untuk dekorasi hotel, restoran, dan pernikahan. Atau bisa ditempatkan di rumah, sekadar untuk mempercantik ruangan.

Setiap tangkai bunga Eustoma, setelah dipotong, mampu bertahan selama maksimal tiga minggu, sehingga tak perlu repot sering mengganti bunga, untuk menghias ruangan.

Menjadikannya tanaman pot pun bisa. Sediakan saja media tanam yang lembap dengan drainase yang baik. Tempatkan Eustoma di area yang kaya sinar matahari. Mudah, kan?

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } H2 { margin-bottom: 0.21cm } A:link { so-language: zxx } –>

Warna-warna cantik menjadi ciri khas tanaman asli Asia ini. Ciri khas lainnya, tanaman ini mudah tumbuh dan tidak rewel. Selain itu beberapa bagian tanamannya bisa dipakai sebagai obat P3K.

Di dunia, tanaman Impatiens balsamina Linn. dikenal sebagai bunga balsam. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama bunga pacar air. Memiliki bunga dengan beragam warna, semisal merah muda, merah, putih, oranye, peach, atau salem. Sepintas, bentuk bunganya mirip anggrek dalam ukuran kecil dengan daun yang bergerigi.

Impatiens cukup populer sebagai tanaman hias dan banyak dijumpai di dataran tinggi, misalnya Puncak, Jawa Barat. Tingginya mencapai 30-80 centimeter. Setiap daerah di Indonesia memiliki nama lain untuk pacar air ini. Di Minangkabau (Sumatera Barat), pacar air dikenal dengan nama paruinai. Pacar cai (Sunda), kimhong (Jakarta), pacar banyu (Jawa), pacar foya (Bali), dan bunga jebelu (Halmahera Selatan).

Tanaman ini menyukai tempat teduh dan air. “Jadi, kalau rumah Anda banyak terkena sinar matahari, letakkan tanaman pacar air di bawah pohon,” papar Ida Widaningsih, General Manager PT Bina Usaha Flora. Meski warna bunganya banyak, pacar air tak bagus dipakai untuk landscape. “Biasanya bagus digantung atau diletakkan di pot. Mungkin karena senang di tempat teduh untuk landscape jadi kurang bagus.”

Meski Impatiens lokal pun ada di Indonesia, para pengusaha bunga masih mengimpor bibitnya dari luar negeri. “Bunga ini kan biasanya tumbuh di pinggir sungai. Tanaman yang lokal lebih tinggi, bunganya kecil, ruas batangnya kekar. Dan warna bunga tidak sebanyak dibanding bibit dari luar dengan warna yang beragam,” ujar Ida.

Media tanam untuk tanaman ini tidak sulit. Pakai saja campuran tanah, kompos, sekam atau tanah, cocopeat. “Boleh juga memakai pupuk kandang.” Meskipun tergolong bukan tanaman rewel, ada satu musuh utamanya, yaitu hama. Begitu terkena hama, tanaman akan langsung busuk. Jadi, awasi tanaman pacar air Anda dari segala hama pengganggu.

Rajin Berbunga

  1. Impatiens adalah tanaman yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini diperkenalkan di Amerika pada abad ke-19.

  2. Tanaman ini juga disebut Busy lizzie (Lizzie yang sibuk) karena berbunga terus.

  3. Tanaman ini sangat disukai lebah dan serangga lain yang membantu penyerbukannya.

  4. Tanaman ini tidak dapat hidup di lingkungan yang kering.
    5. Bagian-bagian tanaman ini bisa dipakai untuk obat, misalnya bunga untuk obat bisul, rematik, dan radang kulit. Sedangkan daunnya untuk anti-inflamasi atau mencuci luka.

Keterangan ini saya dpatkan dari search engine ketika teman saya meminta dicarikan keterangan tentang khasiat bunga Rosela. Dan Saya pun beberapa minggu yang lalu pernah membelinya dan mencobanya…. Rasanya…mmmmmmmm……. muasaaammmmm…….. berikut saya kutip penjelasannya….

Khasiat kuntum Rosela

Pada 1922, tanah tandus sepanjang lintasan kereta api Indramayu, Jawa Barat, telah lama menyimpan kekuatan panasea luar biasa. Heyne kerap memandangi tanah itu pada musim hujan, saat hamparan kelopak bunga merah rosela mekar. Tak ada yang tahu sirnanya si kerabat bunga sepatu itu. Padahal, 244 tahun sebelumnya, M de L’Obel, botanis Belgia-Belanda telah menjumpainya sebagai tanaman hias rumah di Pulau Jawa. Setelah berabad-abad berkelana di dunia luar lantaran tak dihiraukan, kini si anak hilang itu kembali dengan khasiat bermanfaat bagi umat manusia.

Pada 1922, tanah tandus sepanjang lintasan kereta api Indramayu, Jawa Barat, telah lama menyimpan kekuatan panasea luar biasa. Heyne kerap memandangi tanah itu pada musim hujan, saat hamparan kelopak bunga merah rosela mekar. Tak ada yang tahu sirnanya si kerabat bunga sepatu itu. Padahal, 244 tahun sebelumnya, M de L’Obel, botanis Belgia-Belanda telah menjumpainya sebagai tanaman hias rumah di Pulau Jawa. Setelah berabad-abad berkelana di dunia luar lantaran tak dihiraukan, kini si anak hilang itu kembali dengan khasiat bermanfaat bagi umat manusia.

Ir Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor menemukan kandungan antioksidan pada teh kelopak merah pada 2006. Jumlahnya 1,7 mmmol/prolox, lebih tinggi dibanding kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis meluruhkan batu ginjal.

Jumlah a ntioksidan itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum rosela menjadi 1,5 g bubuk dan diberi air 200 ml. Hasilnya dimasukkan ke spektrofotometer. Alat itu menganalisis seluruh kandungan kimia berdasarkan panjang gelombang yang dibiaskan larutan.

Dengan adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan, kata Didah. Itu sebabnya rosela memiliki efek antikanker. Yang paling berperan adalah antosianin. Antosianin pigmen tumbuhan berperan menjaga kerusakan sel akibat peyerapan sinar ultraviolet berlebih.

Antihipertensi Nun di Selandia Baru, John McIntosh meneliti kandungan antioksidan. Periset dari Institute of Food Nutrition and Human Health, Massey University, itu mengekstrak rosela dengan mengeringkan kelopak bunga pada suhu 50oC selama 36 jam. Tiga gram oseile rouge-sebutan rosela di Perancis-hasil pengeringan diencerkan dalam 300 ml air. Larutan itu dimasukkan ke tabung spektrofotometer. Hasilnya rosela mengandung 51% antosianin, sedangkan antioksidannya 24%.

Angka-angka itu kemudian digunakan Yun-Ching Chang dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University, Taiwan. Periset itu menguji efektivitas antosianin rosela untuk penghambatan sel kanker darah atau leukemia. Ternyata, pigmen alami dari Hibiscus sabdariffa tak hanya menghambat pertumbuhan sel kanker HL-60, tetapi juga mematikannya. Dosis yang diberikan hanya 0-4 mg/ml rosela. Antosianin yang berpengaruh diberi nama delphinidin 3-sambubioside.

Riset-riset itu baru praklinis di laboratorium. Belum ada pembuktian efeknya langsung pada manusia. Namun, Zuraida merasakan langsung khasiat rosela menurunkan kadar darah tingginya yang diidap selama 15 tahun. Ibu 4 anak itu kerap pusing, mual, dan panas di kepala.

Lantaran menganggapnya sakit kepala biasa, mantan guru Biologi SMA 13 Jakarta itu hanya mengkonsumsi obat-obatan warung. Namun, lama-kelamaan nyeri kepala semakin parah. Seperti dipukul palu, katanya. Jika sudah begitu, ia tak sanggup berjalan lantaran kehilangan keseimbangan.

Penderitaan itu dialami selama 1 tahun. Hingga pada 1990 ia berkonsultasi ke ahli medis. Hasil didiagnosis Zuraida mengidap hipertensi. Itu lantaran sejak pensiun pola makannya tak teratur. Maklum, sebagai keturunan etnis Minangkabau, makanan pedas, bersantan, dan berlemak tinggi selalu terhidang di meja. Selama 15 tahun wanita kelahiran 16 Desember 1944 itu bergantung pada obat kimia resep dokter.

Akhir Januari 2006, saat berkunjung ke sebuah pameran, Zuraida disodori teh hangat berwarna merah. Tanpa mengetahui khasiatnya, Zuraida rutin mengkonsumsi teh vinagreira-rosela dalam bahasa Portugis-karena berasa kecut menyegarkan.

Setelah mengkonsumsi selama 1 bulan, nenek 3 cucu itu merasa lebih tenang lantaran kekakuan saraf dan ketegangan leher akibat hipertensi hilang. Merasa lebih bugar dan nyenyak tidur, Zuraida memeriksakan diri ke dokter. Tekanan darahnya turun 80 poin dari 200 mmHg menjadi 120 mmHg.

Teruji Khasiat kelopak zuring-sebutan rosela dalam bahasa Belanda-untuk hipertensi dibuktikan Abd Al-Aziz Sharaf dari Sudan Research Unit, Institute of African and Asian Studies. Seperti dikutip Planta Medical Journal pada 1962, kelopak rosela bersifat hipotensif-antihipertensi-dan antikejang pernapasan. Tiga puluh tujuh tahun kemudian, sifat antihipertensi itu diuji secara klinis oleh M. Haji Faraji dan A.H. Haji Tarkhani dari Shaheed Beheshti University of Medical Sciences and Health Services, Teheran, Iran. Sebanyak 54 pasien bertekanan darah tinggi di Tehran’s Shariati Hospital dihitung tekanan diastolik dan sistoliknya 15 hari sebelum dan sesudah pengujian.

Pasien diberi konsumsi secangkir teh seduhan 3 kuntum bunga rosela. Setelah 12 hari, nilai sistolik pasien rata-rata turun 11,2%, tekanan diastolik turun 10.7%. Namun, saat konsumsi rosela dihentikan 3 hari, tekanan sistolik meningkat 7,9%; diastolik 5,6%. Itu membuktikan rosela memang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi.

Karena kandungannya banyak, maka faedahnya juga banyak, kata Dewani, herbalis di Lentengagung yang meracik rosela untuk pengidap asam urat, insomnia, hingga kolesterol.

Khasiat antikolesterol diteliti oleh Vilasinee Hirunpanicha, dari Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, Mahidol University, Thailand. Periset itu menguji tikus berkolesterol tinggi. Selama 6 minggu, tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok itu masing-masing diberi 1.000 mg dan 500 mg rosela per kilogram bobot tubuh, dan air mineral.

Hasilnya, serum kolesterol menurun 22% untuk ekstrak rosela 500 mg/kg dan 26% untuk 1.000 mg/kg bobot. Penurunan juga terjadi pada serum trigliserida sebanyak 33% dan 28% serta serum low density lipoprotein (LDL) level sebanyak 22% dan 32%.

Budak Afrika Setelah bibitnya dibawa ke seluruh dunia oleh budak Afrika yang bekerja di Indonesia, rosela mulai ditumbuhkan di Jamaika pada 1707. rosela dimakan mentah sebagai salad. Di sini rosela disuguhkan sebagai minuman tradisional saat natal. Caranya dicampur dengan irisan jahe dan gula, lalu dan ditaruh pada teko tembikar. Setelah itu didihkan dan diamkan semalam.

Disajikannya dengan es dan tambahan rum. Jus itu berasa, beraroma, dan berwarna mirip minuman anggur. Ternyata pohon yang pernah dilihat M de L’Obel di sebuah halaman rumah 344 tahun lalu, memiliki beragam khasiat dan kegunaan. Untunglah rosela kini kembali marak di Indonesia. Dengan begitu manfaat rosela yang dirasakan di Afrika juga bisa diperoleh di Indonesia.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

MAWAR

1. SEJARAH SINGKAT

Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau “Ratu Bunga” merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis).

2. JENIS TANAMAN

Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub-Divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Rosanales

Famili : Rosaceae

Genus : Rosa

Species : Rosa damascena Mill., R. multiflora Thunb., R. hybrida Hort., dan lain-lain.

Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium, memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m2 /tahun.

Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail, Diplomat, Idole, Jacaranda, Laminuette, Osiana, Pareo, Samorai, Sonate de Meilland, Sonia, Sweet Sonia, Tineke, Vivaldi, White Success dan Yonina. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times, Jaguar, Sissel, Laser, dan Kiss. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm, tipe Medium 40-60 cm.

Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot, Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Sedangkan varietas Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman.

3. MANFAAT TANAMAN

  1. Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors).

  2. Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor.

  3. Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual.

  4. Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri).

4. SENTRA PENANAMAN

Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia, India, Afrika Utara dan Indonesia. Sentra penanaman bunga potong, tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta.

5. SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim

  1. Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.

  2. Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore, yang menyebabkan pengeringan tanaman.

  3. Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Suhu udara sejuk 18-26 oC dan kelembaban 70-80 %.

5.2. Media Tanam

  1. Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.

  2. Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan unsurunsur P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar. Pengapuran dilakukan 2 minggu Sebelum penanaman.

5.3. Ketinggian Tempat

Mawar tumbuh baik pada:

1) Ketinggian 560-800 m dpl, suhu udara minimum 16-18 oC dan maksimum 28–30 oC.

2) Ketinggian 1100 m dpl, suhu udara minimum 14-16 oC, maksimum 24–27 oC.

3) Ketinggian 1400 m dpl, suhu udara minimum 13,7-15,6 oC dan maksimum 19,5-22,6 oC.

Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.2. Pembibitan

  1. Persyaratan Benih

Supaya biji tumbuh dengan baik, pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam, yang mengapung dibuang).

2) Penyiapan Benih

Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji:

a) Pemilihan buah

  1. Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.

  2. Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon.

b) Perlakuan After Ripening

  1. Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1).

  2. Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai.

  3. Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab).

  4. Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0,5-1,0 cm.

  5. Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab, beraerasi baik, dan suhu udaranya sekitar 5 oC. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar).

3) Teknik Penyemaian Benih

  1. Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.

  2. Pilih biji-biji mawar yang baik, yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air

  3. Cuci biji mawar dengan air bersih.

  4. Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian. Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 5-10 cm. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.

4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

  1. Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari.

  2. Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).

5) Pemindahan Bibit

Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen)

6.3. Pengolahan Media Tanam

Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, taman dan dalam pot.

Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag.

1) Persiapan

a) Penyiapan lahan kebun/taman

  1. Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka).

  2. Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.

b) Penyiapan media dalam pot

  1. Siapakan media tanam berupa tanah subur, pupuk organik (pupuk kandang, kompos, Super TW Plus) dan pasir. Komposisi media campuran tanah, pupuk kandang, kompos dan pasir, 1:1:1. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1.

  2. Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat.

  3. Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru.

c) Pengisian media tanam ke dalam pot

  1. Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.

  2. Basahi pot dengan air hingga cukup basah.

  3. Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot, lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat.

  4. Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting.

  5. Isikan media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur.

Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0,5- 1,0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar.

2) Pembukaan Lahan

  1. Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur.

  2. Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.

3)Pembentukan Bedengan

Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm, dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris, maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan, misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya.

  1. Pemupukan

Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 10 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman.

Pupuk hayati MiG-6PLUS

3 hari Sebelum tanam, semprotkan larutan MiG-6PLUS secara merata pada lahan. Biarkan selama 3 hari, kemudian setelah itu laha siap ditanami. Tahap ini dibutuhkan 20 ml MiG-6PLUS/ 100m2.

6.4. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanaman

Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm, tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45×45×45 cm. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam, maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45–55 cm.

Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil), sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh, untuk digunakan sebagai pupuk, dengan memasukkannya ke dalam lubang. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik.

Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai tepung tulang) 20%. Jumlah super fosfat 1,5-2 kg per 10 m2 tanah, tepung tulang 1,5-3 kg per 10 m2. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan.

3) Cara Penanaman

Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah), dan bibit yang berasal dari polybag.

Cara penanaman bibit mawar cabutan :

  1. Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.

  2. Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek).

  3. Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.

  4. Rendam bibit mawar dalam air atau dengan larutan MiG-6PLUS dengan dosis 10cc/liter selama 15–30 menit.

  5. Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.

  6. Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.

  7. Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah.

  8. Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.

Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut:

  1. Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.

  2. Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar, maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Bandung – Dosen Fakultas Pertanian Profesor Tarkus Suganda membenarkan dua jenis pohon yang disebut Guru Besar Biologi Unpad Prof Aseng Ramlan adalah pohon beracun. Namun pohon itu pun bisa jadi obat. Dua jenis pohon itu termasuk tanaman hias.

“Memang benar itu pohon beracun, tapi juga bisa jadi bahan baku obat,” ujar Tarkus saat dihubungi detikbandung, Kamis (29/1/2009).

Menurutnya kedua jenis pohon itu termasuk tanaman hias. “Untuk pohon bintaro pohonnya cukup tinggi, bisa mencapai dua meteran. Berbunga dan berbuah. Buahnya mirip plum warna hijau. Enggak enak kalau dimakan,” kata dia.

Sementara untuk pohon oliander nerium atau biasa disebut pohon mentega, bunganya indah. “Bagus untuk dipandang,” katanya.

Menurutnya memang keduas jenis pohon ini sering ditemui ditanam di taman kota. “Kalau tidak salah saya pernah melihatnya di taman kota di Jakarta,” katanya.

Kalau hanya untuk dipandang, kata dia, kedua jenis pohon ini tidak berbahaya. “Yang berbahaya itu kalau dimakan. Tapi ngapain juga dimakan, enggak enak kok,” katanya.

Meski demikian, Tarkus mengaku dirinya setuju jika kedua jenis pohon ini tidak ditaman di tempat publik, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya Wali Kota Bandung Dada Rosada meminta Distam Bandung untuk menyelidiki adanya pohon beracun di Bandung. Kadistam Bandung Yogi Supardjo sempat menduga pohon yang dimaksud adalah akasia mangium. Namun menurut Tarkus, pohon akasia ini hanya berbahaya bagi yang alergi. “Tapi sebenarnya pohon ini tidak beracun,” tegasnya.