<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } A:link { so-language: zxx } –>

“kembaran” mawar ini kerap pula disebut Lisianthus. Bunga cantik ini sudah terlebih dahulu dikenal di Jepang, sebagai bunga potong atau bunga hias. Di Indonesia sendiri, bunga ini terbilang masih pendatang baru. Itu sebabnya belum banyak yang mengenalnya.

Eustoma menyukai udara yang sejuk. Jadi, bunga ini paling mudah ditemukan di daerah dataran tinggi. Ketika pertama kali melihat, Anda, seperti halnya banyak orang lainnya, mungkin akan terkecoh. Bentuk bunganya mirip dengan mawar. Tak heran, banyak orang mengira Eustoma atau Lisianthus ini adalah salah satu jenis mawar.

Eustoma berasal dari Amerika Selatan. Ia menyukai sinar matahari, namun hanya dapat tumbuh subur pada area berudara sejuk. Bunganya memiliki beragam warna, termasuk warna biru yang tidak ditemukan pada spesies mawar.

Belakangan, di Indonesia, Eustoma mulai banyak dilirik sebagai bunga hias. Rangkaian bunga ini banyak digunakan untuk dekorasi hotel, restoran, dan pernikahan. Atau bisa ditempatkan di rumah, sekadar untuk mempercantik ruangan.

Setiap tangkai bunga Eustoma, setelah dipotong, mampu bertahan selama maksimal tiga minggu, sehingga tak perlu repot sering mengganti bunga, untuk menghias ruangan.

Menjadikannya tanaman pot pun bisa. Sediakan saja media tanam yang lembap dengan drainase yang baik. Tempatkan Eustoma di area yang kaya sinar matahari. Mudah, kan?