<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>Setiap Musim Semi, kota Northern River, New South Wales, Australia, sebuah pusat kota di Grafton menampakkan pemandangan spektakuler dari ratusan pohon Polisander. Kota itu, dengan jalannya yang lebar-lebar dipenuhi dengan jajaran pepohonan di sepanjang sisi kanan kirinya, bagaikan lautan lembayung yang hidup karena bunga-bunga pepohonan mulai bersemi dan jalan bagaikan permadani lembayung yang dipenuhi serpihan rontoknya bunga-bunga.

Ini merupakan tanda akan segera mulai dilangsungkannya festival rakyat Australia paling panjang – sebuah festival bunga Polisander yang terkenal di dunia.

Tahun ini, Festival bunga Polisander akan merayakan HUT-nya yang ke-74 dan sejak pembukaannya pada 1935, festival ini kini telah makin berkembang, baik skala maupun jangkauannya. Saat ini, ia telah dapat menyerap pengunjung yang jumlahnya sampai mencapai ribuan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ms. Libby Pigg Manager pelaksana festival dan mantan Puteri Polisander 1993 mengatakan bahwa festival ini adalah saat datangnya berbagai komunitas secara bersamaan dan hal ini merupakan suatu perayaan bagi masyarakat Grafton.

“Berkumpulnya orang-orang dalam perayaan ini diwakili dengan berseminya bunga Polisanders,” jelas Ms.Pigg

Festival ini telah menolong menanamkan rasa bangga yang mendalam bagi masyarakat setempat, dimana penduduk Grafton akan melakukannya dengan usaha yang lebih keras untuk menjaga agar daya tarik dan nilai tradisi dari festival unik kota mereka ini dapat tetap dipertahankan.

Ms.Pigg menjelaskan kepada Epoch Times bahwa ketika aspek tradisional dari festival masih tetap penting, maka visi ke depannya adalah festival ini dapat memperluas sasarannya dengan mencanangkan Clarence Valley yang memiliki wilayah lebih luas dan sekaligus memperkenalkan suatu visi yang lebih baru .

“Kami ingin melihat festival ini dapat menjadi sesuatu yang lebih terkini dalam inspirasi tetapi dengan fokus yang seiring jaman, dan di lain pihak masih tetap mempertahankan nilai penting dari tradisi itu sendiri,” jelasnya lebih lanjut.

Festival bunga Polisander pertama kali diadakan pada 1935 dan menarik antusias 4000 orang peserta. Festival ini dimulai sebagai perayaan akan adanya komunitas yang kuat dari penduduk Grafton dan sebagai sebuah ekspresi penghargaan atas keindahan alami dan khas yang diberikan oleh pohon bunga Polisander kepada kota itu.